Kenapa RPH dan RPU Wajib Mutlak Memiliki Sertifikat Halal Sekarang

Kenapa RPH dan RPU Wajib Mutlak Memiliki Sertifikat Halal Sekarang – Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) merupakan mata rantai paling awal dalam penyediaan daging halal. Oleh karena itu, RPH dan RPU wajib memiliki Sertifikat Halal BPJPH agar kehalalan produk dapat terjamin sejak proses penyembelihan hingga sampai ke tangan konsumen.

Jika daging yang dihasilkan oleh RPH atau RPU tidak berasal dari fasilitas yang telah bersertifikat halal, maka produk turunan yang menggunakan bahan baku tersebut akan mengalami kesulitan bahkan tidak memenuhi persyaratan untuk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH. Hal ini menjadikan sertifikasi halal RPH dan RPU sebagai fondasi utama dalam rantai pasok produk halal di Indonesia.

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia Jasa Sertifikasi Halal BPJPH yang telah berpengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal melalui jasa kami. Kami memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pengarahan kesiapan fasilitas sebelum audit, pendampingan audit, membantu menyelesaikan temuan auditor, hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

Sebagai bentuk komitmen layanan, PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

1. Amanat Undang-Undang Jaminan Produk Halal

Salah satu alasan utama mengapa RPH dan RPU wajib memiliki Sertifikat Halal adalah karena adanya ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal beserta peraturan pelaksanaannya.

Regulasi tersebut mengatur bahwa produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia, termasuk produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan, wajib memenuhi ketentuan sertifikasi halal sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Dengan memiliki Sertifikat Halal, RPH dan RPU menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kegiatan usahanya.

2. Menjadi Fondasi Rantai Pasok Produk Halal

RPH dan RPU merupakan titik awal dalam rantai distribusi daging halal.

Daging yang dihasilkan kemudian digunakan oleh berbagai sektor usaha, seperti:

  • restoran;
  • rumah makan;
  • hotel;
  • usaha catering;
  • industri makanan;
  • produsen makanan beku;
  • produsen makanan kemasan;
  • supermarket;
  • distributor daging.

Apabila sumber daging tidak berasal dari RPH atau RPU yang memenuhi ketentuan halal, maka akan berdampak pada proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha di tingkat hilir.

3. Mendukung Sertifikasi Halal Industri Hilir

Banyak pelaku usaha makanan sangat bergantung pada kehalalan bahan baku yang mereka gunakan.

Restoran, katering, hotel, maupun industri makanan umumnya harus menunjukkan asal-usul bahan baku saat mengajukan Sertifikat Halal BPJPH.

Karena itu, pasokan dari RPH atau RPU yang telah bersertifikat halal menjadi salah satu faktor penting dalam proses sertifikasi halal mereka.

4. Menjamin Kepercayaan Konsumen

Masyarakat semakin memperhatikan asal-usul produk pangan yang dikonsumsi.

Sertifikat Halal memberikan keyakinan bahwa proses penyembelihan telah memenuhi ketentuan syariat Islam, mulai dari:

  • pemilihan hewan;
  • proses penyembelihan;
  • penggunaan peralatan;
  • penanganan karkas;
  • penyimpanan;
  • distribusi.

Kepercayaan konsumen yang tinggi akan berdampak positif terhadap perkembangan usaha.

Kenapa RPH dan RPU Wajib Mutlak Memiliki Sertifikat Halal Sekarang
Kenapa RPH dan RPU Wajib Mutlak Memiliki Sertifikat Halal Sekarang

5. Meningkatkan Daya Saing Bisnis

RPH maupun RPU yang telah memiliki Sertifikat Halal akan lebih mudah menjalin kerja sama dengan:

  • perusahaan makanan;
  • restoran nasional;
  • hotel;
  • jaringan supermarket;
  • eksportir produk halal;
  • industri pengolahan pangan.

Sertifikat Halal menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.

6. Memastikan Proses Penyembelihan Sesuai Syariat

Selama proses audit, auditor akan memastikan bahwa seluruh tahapan penyembelihan memenuhi prinsip halal.

Beberapa aspek yang diperiksa meliputi:

  • kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha);
  • keberadaan Penyelia Halal;
  • penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH);
  • kebersihan fasilitas;
  • pencegahan kontaminasi najis;
  • penanganan produk setelah penyembelihan.

Dengan demikian, Sertifikat Halal tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga bukti bahwa sistem operasional telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendamping Sertifikasi Halal?

Proses sertifikasi halal RPH dan RPU membutuhkan pemahaman terhadap regulasi, penyusunan SJPH, kesiapan fasilitas, serta pendampingan saat audit.

PERMATAMAS membantu Anda melalui:

  • konsultasi awal;
  • penyusunan dokumen;
  • penyusunan SJPH;
  • pengarahan fasilitas sebelum audit;
  • simulasi audit;
  • pendampingan audit;
  • penyelesaian temuan auditor;
  • monitoring hingga Sertifikat Halal BPJPH diterbitkan.

Lengkapi Legalitas Usaha Anda

Selain memiliki Sertifikat Halal BPJPH, pengelola RPH maupun RPU juga sebaiknya melengkapi Legalitas PT agar usaha memiliki badan hukum yang kuat dan meningkatkan kredibilitas perusahaan.

Selain itu, identitas usaha juga perlu memperoleh perlindungan hukum melalui Jasa Daftar Merek sehingga nama perusahaan maupun produk memiliki hak eksklusif dan nilai bisnis yang lebih tinggi.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS telah dipercaya oleh banyak pelaku usaha dalam mengurus Sertifikat Halal BPJPH.

Keunggulan kami:

  • membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH;
  • pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit;
  • membantu penyusunan dokumen;
  • membantu penyusunan SJPH;
  • membantu pemeriksaan fasilitas;
  • memberikan pengarahan sebelum audit;
  • mendampingi audit halal;
  • membantu menyelesaikan temuan auditor;
  • melayani UMKM hingga perusahaan besar;
  • Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami.

Kesimpulan

RPH dan RPU wajib memiliki Sertifikat Halal karena menjadi titik awal dalam rantai pasok produk halal. Kehalalan daging yang dihasilkan akan memengaruhi proses sertifikasi halal bagi restoran, hotel, katering, industri makanan, hingga produk olahan lainnya. Selain memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 dan ketentuan yang berlaku, Sertifikat Halal juga meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas peluang kerja sama, serta memperkuat daya saing usaha.

Selain mengurus Sertifikat Halal, pelaku usaha juga disarankan melengkapi Legalitas PT agar memiliki badan hukum yang kuat dan melindungi identitas bisnis melalui Jasa Daftar Merek. Dengan legalitas yang lengkap, usaha akan lebih profesional dan siap berkembang di pasar yang semakin kompetitif.

PERMATAMAS siap mendampingi seluruh proses pengurusan Sertifikat Halal BPJPH mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan SJPH, pengarahan fasilitas sebelum audit, pendampingan audit, penyelesaian temuan auditor, hingga Sertifikat Halal resmi diterbitkan. Dengan pengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal serta didukung Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami, kami siap menjadi mitra terpercaya bagi RPH dan RPU di seluruh Indonesia.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Mengapa RPH dan RPU wajib memiliki Sertifikat Halal?
Karena RPH dan RPU merupakan titik awal rantai pasok produk halal sehingga kehalalan hasil sembelihan harus terjamin sejak awal.

2. Apa dasar hukum kewajiban Sertifikat Halal bagi RPH dan RPU?
Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal beserta peraturan pelaksanaannya.

3. Mengapa sertifikasi halal RPH penting bagi restoran dan industri makanan?
Karena asal-usul bahan baku daging menjadi salah satu aspek penting dalam proses pengajuan Sertifikat Halal BPJPH untuk usaha hilir.

4. Apa manfaat Sertifikat Halal bagi RPH dan RPU?
Meningkatkan kepercayaan konsumen, memenuhi regulasi, memperluas peluang kerja sama, dan meningkatkan daya saing usaha.

5. Apa yang diperiksa saat audit halal?
Dokumen usaha, SJPH, fasilitas, proses penyembelihan, sanitasi, Penyelia Halal, dan Juru Sembelih Halal (Juleha).

6. Apa itu SJPH?
SJPH adalah Sistem Jaminan Produk Halal yang memastikan seluruh proses operasional dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan halal.

7. Mengapa Legalitas PT dan Jasa Daftar Merek penting?
Legalitas PT memperkuat status badan usaha, sedangkan Jasa Daftar Merek melindungi identitas perusahaan dan merek agar memiliki hak eksklusif.

8. Berapa pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus Sertifikat Halal?
PERMATAMAS telah membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH.

9. Apakah PERMATAMAS mendampingi hingga sertifikat terbit?
Ya. Kami memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan dokumen hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

10. Apakah PERMATAMAS memberikan garansi?
Ya. PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

Apakah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) Wajib Punya Sertifikat Halal?

Apakah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) Wajib Punya Sertifikat Halal? – Ya, Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) pada dasarnya wajib memiliki Sertifikat Halal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Kewajiban ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, yang mengatur bahwa produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan termasuk dalam kategori produk yang wajib bersertifikat halal.

Dengan adanya kewajiban tersebut, setiap pelaku usaha RPH maupun RPU perlu memastikan seluruh proses penyembelihan, penanganan karkas, hingga distribusi produk telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia Jasa Sertifikasi Halal BPJPH yang telah berpengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal melalui jasa kami. Kami memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pengarahan kesiapan fasilitas sebelum audit, pendampingan audit, membantu melengkapi temuan auditor, hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

Sebagai bentuk komitmen layanan, PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

Dasar Hukum Kewajiban Sertifikat Halal RPH dan RPU

Kewajiban sertifikasi halal bagi RPH dan RPU didasarkan pada beberapa regulasi, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal beserta perubahannya.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
  • Peraturan pelaksanaan yang diterbitkan oleh BPJPH.

Melalui regulasi tersebut, produk hasil penyembelihan yang beredar di Indonesia wajib memenuhi ketentuan halal sehingga memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat.

Mengapa RPH dan RPU Wajib Memiliki Sertifikat Halal?

1. Memenuhi Ketentuan Peraturan Perundang-undangan

Sertifikat Halal menjadi salah satu bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah bagi pelaku usaha jasa penyembelihan dan hasil sembelihan.

2. Memberikan Jaminan Kehalalan Produk

Sertifikat Halal menunjukkan bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam, mulai dari penyembelihan, penanganan karkas, hingga distribusi produk.

3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Rumah potong yang telah bersertifikat halal akan lebih dipercaya oleh:

  • industri makanan;
  • restoran;
  • hotel;
  • usaha catering;
  • distributor daging;
  • masyarakat umum.

4. Memperluas Peluang Kerja Sama

Banyak perusahaan dan instansi hanya menerima pasokan daging dari RPH atau RPU yang telah memiliki Sertifikat Halal BPJPH.

Dengan demikian, sertifikasi halal dapat membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Apa yang Diperiksa Saat Sertifikasi Halal?

Dalam proses sertifikasi, auditor akan memeriksa berbagai aspek, antara lain:

  • legalitas usaha;
  • fasilitas penyembelihan;
  • Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH);
  • kebersihan dan sanitasi;
  • proses penyembelihan;
  • kompetensi Penyelia Halal;
  • kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha);
  • penanganan dan penyimpanan produk.

Seluruh aspek tersebut harus memenuhi ketentuan yang berlaku agar Sertifikat Halal dapat diterbitkan.

Apakah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) Wajib Punya Sertifikat Halal?
Apakah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) Wajib Punya Sertifikat Halal?

Syarat Umum Mengajukan Sertifikat Halal RPH dan RPU

Secara umum pelaku usaha perlu menyiapkan:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB);
  • data perusahaan;
  • Manual SJPH;
  • diagram proses penyembelihan;
  • daftar fasilitas;
  • data Penyelia Halal;
  • data Juru Sembelih Halal (Juleha);
  • dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan BPJPH.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendamping Sertifikasi Halal?

Pengurusan Sertifikat Halal untuk RPH maupun RPU memerlukan pemahaman terhadap regulasi serta kesiapan dokumen dan fasilitas.

PERMATAMAS membantu Anda melalui:

  • konsultasi awal;
  • penyusunan dokumen;
  • penyusunan SJPH;
  • pengarahan fasilitas sebelum audit;
  • pendampingan audit;
  • penyelesaian temuan auditor;
  • monitoring hingga Sertifikat Halal BPJPH diterbitkan.

Lengkapi Legalitas Usaha Anda

Selain memiliki Sertifikat Halal BPJPH, pengelola RPH maupun RPU juga sebaiknya melengkapi Legalitas PT agar usaha memiliki badan hukum yang kuat serta lebih dipercaya oleh mitra bisnis.

Selain itu, identitas usaha juga perlu mendapatkan perlindungan melalui Jasa Daftar Merek sehingga nama perusahaan maupun produk memiliki hak eksklusif secara hukum.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS telah dipercaya oleh banyak pelaku usaha dalam mengurus Sertifikat Halal BPJPH.

Keunggulan kami:

  • membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH;
  • pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit;
  • membantu penyusunan dokumen;
  • membantu penyusunan SJPH;
  • membantu pemeriksaan fasilitas;
  • memberikan pengarahan sebelum audit;
  • mendampingi audit halal;
  • membantu menyelesaikan temuan auditor;
  • melayani UMKM hingga perusahaan besar;
  • Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami.

Kesimpulan

Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) pada dasarnya wajib memiliki Sertifikat Halal BPJPH sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. Sertifikat Halal menjadi bukti bahwa proses penyembelihan dan penanganan produk telah memenuhi standar halal sehingga memberikan kepastian bagi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Selain mengurus Sertifikat Halal, pelaku usaha juga sebaiknya melengkapi Legalitas PT agar memiliki badan hukum yang kuat serta melindungi identitas usaha melalui Jasa Daftar Merek. Legalitas yang lengkap akan mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan daya saing di industri pangan.

PERMATAMAS siap mendampingi seluruh proses pengurusan Sertifikat Halal BPJPH mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan SJPH, pengarahan fasilitas sebelum audit, pendampingan audit, penyelesaian temuan auditor, hingga Sertifikat Halal resmi diterbitkan. Dengan pengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal serta didukung Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami, kami siap menjadi mitra terpercaya bagi RPH dan RPU di seluruh Indonesia.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

 

FAQ

1. Apakah RPH dan RPU wajib memiliki Sertifikat Halal?
Ya. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, hasil sembelihan dan jasa penyembelihan termasuk kategori yang wajib bersertifikat halal.

2. Apa dasar hukum kewajiban Sertifikat Halal RPH dan RPU?
Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

3. Apa manfaat Sertifikat Halal bagi RPH dan RPU?
Meningkatkan kepercayaan konsumen, memenuhi regulasi, memperluas peluang kerja sama, dan meningkatkan daya saing usaha.

4. Apa saja yang diperiksa saat audit halal?
Dokumen usaha, SJPH, fasilitas, proses penyembelihan, Penyelia Halal, Juleha, sanitasi, dan penanganan produk.

5. Apakah RPH wajib memiliki Juru Sembelih Halal?
Ya. RPH maupun RPU harus memiliki Juru Sembelih Halal (Juleha) yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.

6. Apa itu SJPH?
SJPH adalah Sistem Jaminan Produk Halal yang memastikan seluruh proses operasional berjalan secara konsisten sesuai prinsip halal.

7. Mengapa Legalitas PT dan Jasa Daftar Merek penting?
Legalitas PT memperkuat status badan usaha, sedangkan Jasa Daftar Merek melindungi nama perusahaan agar memiliki hak eksklusif.

8. Berapa pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus Sertifikat Halal?
PERMATAMAS telah membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH.

9. Apakah PERMATAMAS mendampingi hingga sertifikat terbit?
Ya. Kami memberikan pendampingan penuh mulai dari penyusunan dokumen hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

10. Apakah PERMATAMAS memberikan garansi?
Ya. PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

Syarat Daftar Sertifikasi Halal RPH dan RPU Beserta Syarat Juru Sembelih

Syarat Daftar Sertifikasi Halal RPH dan RPU Beserta Syarat Juru Sembelih – Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) memiliki peran penting dalam menghasilkan produk pangan asal hewan yang aman, higienis, dan halal. Oleh karena itu, setiap RPH maupun RPU yang memproduksi daging untuk dipasarkan perlu memenuhi ketentuan Sertifikat Halal BPJPH sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam proses pengajuannya, terdapat sejumlah persyaratan administrasi, teknis, hingga sumber daya manusia yang harus dipenuhi. Salah satu persyaratan penting adalah tersedianya Penyelia Halal dan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan.

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia Jasa Sertifikasi Halal BPJPH yang telah berpengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal melalui jasa kami. Kami memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pengarahan fasilitas sebelum diaudit, pendampingan audit, membantu melengkapi temuan auditor, hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

Sebagai bentuk komitmen layanan, PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

Mengapa RPH dan RPU Wajib Memiliki Sertifikat Halal?

Sertifikat Halal BPJPH memberikan jaminan bahwa proses penyembelihan, penanganan karkas, hingga distribusi produk dilakukan sesuai dengan prinsip syariat Islam dan ketentuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Selain memenuhi regulasi, sertifikasi halal juga meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas peluang kerja sama dengan industri pangan, serta memperkuat daya saing usaha.

Syarat Pendaftaran Sertifikasi Halal RPH dan RPU

Berikut beberapa persyaratan utama yang perlu dipenuhi.

1. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)

Setiap RPH maupun RPU harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masih berlaku sebagai legalitas dasar dalam mengajukan Sertifikat Halal.

2. Menyiapkan Dokumen Teknis

Pelaku usaha perlu menyiapkan dokumen yang menjelaskan proses operasional, antara lain:

  • diagram alur proses penyembelihan;
  • daftar peralatan yang digunakan;
  • daftar bahan penolong;
  • prosedur penanganan karkas;
  • alur penyimpanan dan distribusi.

Dokumen ini akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan oleh auditor.

3. Menyusun Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)

SJPH merupakan salah satu dokumen utama dalam pengajuan Sertifikat Halal.

Manual SJPH berisi kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengendalian halal yang diterapkan pada seluruh proses penyembelihan dan penanganan produk.

4. Memenuhi Persyaratan Fasilitas

Fasilitas RPH atau RPU harus memenuhi ketentuan, antara lain:

  • area penyembelihan bersih dan higienis;
  • bebas dari kontaminasi najis;
  • memiliki alur proses yang jelas;
  • mendukung penerapan kesejahteraan hewan (animal welfare);
  • memenuhi persyaratan sanitasi.

Kondisi fasilitas ini akan diperiksa saat audit halal.

5. Surat Pernyataan Fasilitas

Pelaku usaha juga perlu melampirkan surat pernyataan bahwa fasilitas yang digunakan bebas dari unsur haram sesuai ketentuan yang berlaku.

Syarat Daftar Sertifikasi Halal RPH dan RPU Beserta Syarat Juru Sembelih
Syarat Daftar Sertifikasi Halal RPH dan RPU Beserta Syarat Juru Sembelih

Syarat Penyelia Halal RPH dan RPU

Setiap RPH maupun RPU harus memiliki Penyelia Halal yang bertanggung jawab terhadap penerapan Sistem Jaminan Produk Halal.

Persyaratan umumnya meliputi:

  • beragama Islam;
  • dewasa;
  • sehat jasmani dan rohani;
  • memiliki kompetensi atau pelatihan Penyelia Halal sesuai ketentuan;
  • memiliki Surat Keputusan (SK) penunjukan dari manajemen perusahaan;
  • memahami titik kritis kehalalan produk;
  • memahami penerapan SJPH;
  • mampu mengawasi proses penyembelihan dan penanganan produk.

Syarat Juru Sembelih Halal (Juleha)

Selain Penyelia Halal, RPH maupun RPU juga wajib memiliki Juru Sembelih Halal (Juleha).

Pada umumnya, setiap RPH atau RPU harus memiliki minimal dua orang Juleha yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan Juleha

Seorang Juru Sembelih Halal sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut:

  • beragama Islam;
  • dewasa (akil baligh);
  • sehat jasmani dan rohani;
  • memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam;
  • memiliki kompetensi atau sertifikat pelatihan Juru Sembelih Halal sesuai ketentuan;
  • memahami prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare);
  • mampu melaksanakan penyembelihan secara benar, cepat, dan sesuai prosedur halal.

Keberadaan Juleha menjadi salah satu aspek penting yang diperiksa dalam proses sertifikasi halal.

Tahapan Pengajuan Sertifikat Halal RPH dan RPU

Secara umum proses sertifikasi meliputi:

1. Persiapan Dokumen

Seluruh dokumen administrasi dan teknis dipersiapkan terlebih dahulu.

2. Pengajuan Melalui SIHALAL BPJPH

Permohonan diajukan melalui sistem SIHALAL dengan melengkapi seluruh persyaratan.

3. Verifikasi Dokumen

Dokumen diperiksa untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi.

4. Audit Halal

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) akan melakukan pemeriksaan terhadap:

  • fasilitas penyembelihan;
  • proses operasional;
  • dokumen SJPH;
  • kompetensi Penyelia Halal;
  • pelaksanaan penyembelihan oleh Juleha;
  • penerapan prinsip halal dan kesejahteraan hewan.

5. Penerbitan Sertifikat Halal

Apabila seluruh tahapan telah memenuhi ketentuan, BPJPH akan menerbitkan Sertifikat Halal.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendamping Sertifikasi Halal?

Proses sertifikasi halal RPH dan RPU memerlukan kesiapan dokumen, fasilitas, serta sumber daya manusia yang memadai.

PERMATAMAS membantu Anda melalui:

  • konsultasi awal;
  • penyusunan dokumen;
  • penyusunan SJPH;
  • pemeriksaan bahan dan proses;
  • pengarahan kesiapan fasilitas sebelum audit;
  • pendampingan audit;
  • penyelesaian temuan auditor;
  • monitoring hingga Sertifikat Halal BPJPH diterbitkan.

Lengkapi Legalitas Usaha RPH dan RPU

Selain memiliki Sertifikat Halal BPJPH, pelaku usaha juga sebaiknya melengkapi Legalitas PT agar memiliki badan hukum yang kuat dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Selain itu, identitas usaha juga perlu dilindungi melalui Jasa Daftar Merek agar nama perusahaan maupun produk memiliki perlindungan hukum.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS telah dipercaya oleh banyak pelaku usaha dalam mengurus Sertifikat Halal BPJPH.

Keunggulan kami:

  • membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH;
  • pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit;
  • membantu penyusunan dokumen;
  • membantu penyusunan SJPH;
  • membantu pemeriksaan fasilitas;
  • memberikan pengarahan sebelum audit;
  • mendampingi audit halal;
  • membantu menyelesaikan temuan auditor;
  • melayani UMKM hingga perusahaan besar;
  • Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami.

Kesimpulan

Pengajuan Sertifikat Halal untuk Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) memerlukan kelengkapan legalitas usaha, dokumen teknis, Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), fasilitas yang memenuhi ketentuan, serta keberadaan Penyelia Halal dan minimal dua Juru Sembelih Halal (Juleha) yang kompeten. Seluruh persyaratan tersebut akan menjadi bagian dari proses verifikasi dan audit sebelum Sertifikat Halal BPJPH diterbitkan.

Selain mengurus Sertifikat Halal, pelaku usaha juga disarankan melengkapi Legalitas PT agar usaha memiliki dasar hukum yang kuat serta melindungi identitas perusahaan melalui Jasa Daftar Merek. Legalitas yang lengkap akan meningkatkan profesionalisme usaha, memperkuat kepercayaan pelanggan, dan mendukung perkembangan bisnis dalam jangka panjang.

PERMATAMAS siap mendampingi seluruh proses pengurusan Sertifikat Halal BPJPH mulai dari penyusunan dokumen, penyusunan SJPH, pengarahan fasilitas sebelum audit, pendampingan audit, penyelesaian temuan auditor, hingga Sertifikat Halal resmi diterbitkan. Dengan pengalaman membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal serta didukung Garansi 100% Uang Kembali apabila gagal karena kesalahan tim kami, kami siap menjadi mitra terpercaya bagi RPH dan RPU di seluruh Indonesia.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

 

FAQ Syarat Daftar Sertifikasi Halal RPH dan RPU

1. Apa syarat utama mengajukan Sertifikat Halal untuk RPH dan RPU?
Persyaratan meliputi NIB, dokumen teknis, Manual SJPH, fasilitas yang memenuhi ketentuan, Penyelia Halal, dan Juru Sembelih Halal (Juleha).

2. Apakah RPH dan RPU wajib memiliki Penyelia Halal?
Ya. Penyelia Halal bertugas mengawasi penerapan Sistem Jaminan Produk Halal dalam seluruh proses operasional.

3. Berapa jumlah minimal Juru Sembelih Halal (Juleha)?
Pada umumnya, setiap RPH atau RPU wajib memiliki minimal 2 (dua) Juru Sembelih Halal yang memenuhi persyaratan.

4. Apa syarat menjadi Juru Sembelih Halal?
Beragama Islam, dewasa, sehat jasmani dan rohani, memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat, memiliki kompetensi atau sertifikat pelatihan sesuai ketentuan, serta memahami prinsip kesejahteraan hewan.

5. Apa yang diperiksa saat audit halal RPH dan RPU?
Auditor memeriksa dokumen, fasilitas, proses penyembelihan, penerapan SJPH, kompetensi Penyelia Halal, dan pelaksanaan tugas Juleha.

6. Mengapa SJPH penting bagi RPH dan RPU?
SJPH memastikan seluruh proses penyembelihan dan penanganan produk dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan halal.

7. Mengapa Legalitas PT dan Jasa Daftar Merek penting?
Legalitas PT memperkuat status badan usaha, sedangkan Jasa Daftar Merek melindungi nama perusahaan dan produk agar memiliki perlindungan hukum.

8. Berapa pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus Sertifikat Halal?
PERMATAMAS telah membantu lebih dari 2.000 produk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH.

9. Apakah PERMATAMAS mendampingi hingga Sertifikat Halal terbit?
Ya. Kami memberikan pendampingan penuh mulai dari penyusunan dokumen hingga Sertifikat Halal BPJPH resmi diterbitkan.

10. Apakah PERMATAMAS memberikan garansi?
Ya. PERMATAMAS memberikan Garansi 100% Uang Kembali apabila proses sertifikasi halal gagal akibat kesalahan atau kelalaian dari tim kami.

Sertifikasi halal bukan hanya kepatuhan, melainkan kunci akselerasi penetrasi pasar domestik & internasional. Kami siap mendampingi usaha Anda dengan integritas tanpa batas.

© 2011 Created with Dokter Website

Sertifikasi Halal

Sertifikasi Halal MUI

Cara Daftar Sertifikasi Halal

Biaya sertifikasi halal

Cara Membuat Sertifikat Halal

Auditor Halal

Alamat Kantor

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia

Permatamas Indonesia Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.

error: Content is protected !!