Cara Mengurus Sertifikasi Halal Obat Tradisional Terbaru 2026: Panduan Syarat dan Proses Pengajuan

Cara Mengurus Sertifikasi Halal Obat Tradisional Terbaru 2026: Panduan Syarat dan Proses PengajuanSertifikasi halal obat tradisional pada tahun 2026 menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri herbal di Indonesia. Permintaan pasar terhadap produk jamu, kapsul herbal, ekstrak tanaman, hingga ramuan tradisional terus meningkat, sehingga aspek kehalalan menjadi standar utama yang tidak bisa diabaikan oleh pelaku usaha.

Proses sertifikasi halal tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap bahan baku, proses produksi, hingga sistem jaminan halal yang diterapkan dalam perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai alur pengurusan menjadi kunci utama keberhasilan.

Secara umum, proses pengurusan sertifikasi halal obat tradisional meliputi beberapa tahapan penting berikut:

  1. Persiapan legalitas usaha dan NIB
  2. Penyusunan dokumen bahan dan proses produksi
  3. Penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)
  4. Pengajuan melalui sistem BPJPH dan proses audit

Dengan memahami tahapan tersebut sejak awal, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan yang sering menyebabkan keterlambatan atau penolakan sertifikasi.

Syarat Sertifikasi Halal Obat Tradisional yang Harus Dipenuhi

Sebelum mengajukan sertifikasi halal, pelaku usaha obat tradisional harus memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis telah lengkap. Persyaratan ini menjadi dasar utama dalam proses verifikasi oleh BPJPH dan lembaga pemeriksa halal.

Kelengkapan dokumen dan kesiapan sistem produksi sangat menentukan kelancaran proses audit di lapangan. Semakin lengkap persiapan, semakin cepat proses sertifikasi dapat diselesaikan.

Beberapa syarat utama yang wajib dipenuhi antara lain:

  1. Memiliki NIB berbasis risiko yang masih aktif
  2. Penyelia halal bersertifikat kompetensi
  3. Daftar lengkap bahan baku, tambahan, dan penolong
  4. Dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)

Selain itu, pelaku usaha juga perlu menyertakan diagram alur proses produksi yang menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan obat tradisional, mulai dari bahan baku hingga produk akhir siap edar.

Bukti kehalalan bahan juga menjadi faktor penting, terutama untuk bahan tambahan yang berasal dari pihak ketiga.

Proses Pengajuan Sertifikasi Halal Obat Tradisional 2026

Proses pengajuan sertifikasi halal dilakukan secara digital melalui sistem SIHALAL BPJPH yang telah terintegrasi dengan berbagai lembaga terkait. Sistem ini memudahkan pelaku usaha dalam mengajukan permohonan secara online.

Namun, setiap tahapan tetap memerlukan ketelitian tinggi karena kesalahan kecil dapat menyebabkan proses tertunda.

Tahapan pengajuan yang harus dilalui meliputi:

  1. Registrasi akun di sistem SIHALAL BPJPH
  2. Pengisian data usaha dan produk secara lengkap
  3. Pengunggahan dokumen persyaratan sertifikasi halal
  4. Verifikasi awal oleh BPJPH
  5. Penetapan biaya pemeriksaan oleh LPH
  6. Audit lapangan oleh auditor halal
  7. Sidang fatwa halal oleh MUI
  8. Penerbitan sertifikat halal oleh BPJPH

Pada tahap audit, auditor akan memeriksa kesesuaian bahan, proses produksi, kebersihan fasilitas, serta implementasi Sistem Jaminan Produk Halal di perusahaan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, pelaku usaha wajib melakukan perbaikan sebelum proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Biaya Sertifikasi Halal Obat Tradisional Terbaru 2026

Biaya sertifikasi halal obat tradisional bervariasi tergantung pada skala usaha dan kompleksitas produk yang diajukan. Sistem biaya ini telah diatur agar tetap proporsional antara UMKM dan perusahaan besar.

Selain biaya resmi, terdapat juga biaya tambahan untuk pemeriksaan LPH serta kemungkinan biaya pendampingan jika menggunakan jasa konsultan.

Estimasi biaya umum yang berlaku adalah:

  1. Usaha Mikro dan Kecil (UMK): sekitar Rp300.000 + biaya LPH
  2. Usaha Menengah: sekitar Rp5.000.000 – Rp12.000.000
  3. Usaha Besar: mulai Rp12.500.000 hingga Rp25.000.000
  4. Biaya tambahan jika ada audit ulang atau perbaikan dokumen

Dengan memahami struktur biaya ini, pelaku usaha dapat mempersiapkan anggaran lebih tepat dan menghindari pembengkakan biaya di tengah proses.

Cara Mengurus Sertifikasi Halal Obat Tradisional Terbaru 2026: Panduan Syarat dan Proses Pengajuan
Cara Mengurus Sertifikasi Halal Obat Tradisional Terbaru 2026: Panduan Syarat dan Proses Pengajuan

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengurusan Sertifikasi Halal

Banyak pelaku usaha mengalami kendala dalam proses sertifikasi halal karena kurangnya persiapan atau pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. Kesalahan ini sering berdampak pada keterlambatan proses bahkan penolakan sertifikasi.

Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi antara lain:

  1. Dokumen bahan baku tidak lengkap atau tidak jelas
  2. SJPH belum diterapkan secara konsisten
  3. Penyelia halal tidak memenuhi kualifikasi
  4. Ketidaksiapan saat audit lapangan oleh LPH

Kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari jika pelaku usaha melakukan persiapan secara menyeluruh sejak awal dan memahami setiap tahapan proses dengan baik.

Manfaat Sertifikasi Halal Obat Tradisional

Sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produk obat tradisional di pasar nasional maupun internasional.

Produk yang telah bersertifikat halal memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di mata konsumen.

Manfaat utama sertifikasi halal antara lain:

  1. Meningkatkan kepercayaan konsumen
  2. Memperluas akses pasar ekspor
  3. Meningkatkan daya saing produk herbal
  4. Memberikan legalitas resmi dari pemerintah

Dengan sertifikasi halal, produk obat tradisional dapat bersaing lebih kuat di industri yang semakin kompetitif.

Jasa Sertifikasi Halal Obat Tradisional PERMATAMAS

Untuk membantu pelaku usaha dalam menghadapi proses yang kompleks, PERMATAMAS menyediakan layanan jasa sertifikasi halal obat tradisional secara profesional dan terarah.

Layanan ini membantu dari tahap awal hingga sertifikat halal diterbitkan, sehingga proses menjadi lebih cepat dan efisien.

Ruang lingkup layanan PERMATAMAS meliputi:

  1. Konsultasi dan analisis kesiapan usaha
  2. Penyusunan dokumen SJPH dan bahan baku
  3. Pendampingan pendaftaran di SIHALAL BPJPH
  4. Persiapan dan pendampingan audit hingga selesai

Dengan pengalaman dalam pengurusan legalitas usaha, PERMATAMAS membantu meminimalkan kesalahan dan meningkatkan peluang keberhasilan sertifikasi.

Kesimpulan

Cara mengurus sertifikasi halal obat tradisional tahun 2026 melibatkan tahapan yang cukup kompleks, mulai dari persiapan dokumen, pengajuan di sistem BPJPH, hingga audit dan penetapan fatwa halal. Setiap tahap membutuhkan ketelitian agar proses dapat berjalan lancar.

Dengan memahami syarat, biaya, dan alur pengajuan sejak awal, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan yang berpotensi menghambat proses sertifikasi.

PERMATAMAS Jasa Sertifikasi Halal Obat Tradisional hadir sebagai solusi pendampingan profesional untuk membantu proses sertifikasi halal menjadi lebih cepat, tepat, dan sesuai regulasi resmi.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Cara Mengurus Sertifikasi Halal Obat Tradisional

1. Apakah obat tradisional wajib sertifikasi halal?
Tidak wajib secara umum, tetapi sangat dianjurkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

2. Apa sistem yang digunakan untuk pengajuan halal?
Menggunakan sistem SIHALAL BPJPH secara online.

3. Berapa lama proses sertifikasi halal obat tradisional?
Bervariasi, biasanya beberapa minggu hingga beberapa bulan.

4. Apakah UMKM bisa mengurus sertifikasi halal?
Bisa, bahkan terdapat skema biaya khusus UMKM.

5. Apakah harus memiliki penyelia halal?
Ya, penyelia halal bersertifikat wajib dimiliki.

6. Apa penyebab utama kegagalan sertifikasi halal?
Dokumen tidak lengkap dan sistem SJPH belum diterapkan.

7. Apakah semua produk herbal perlu audit?
Pada jalur reguler, audit oleh LPH wajib dilakukan.

8. Apakah proses bisa tanpa konsultan?
Bisa, tetapi konsultan membantu mempercepat dan meminimalkan kesalahan.

9. Apakah bahan herbal harus halal semua?
Harus dipastikan tidak berasal dari bahan haram atau najis.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu sampai selesai?
Ya, pendampingan dilakukan dari awal hingga sertifikat terbit.

Tahapan Pengajuan Sertifikat Halal Terbaru 2026

Tahapan Pengajuan Sertifikat Halal Terbaru 2026 – Sertifikat halal menjadi salah satu dokumen penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku di Indonesia. Saat ini, proses pengajuan sertifikat halal telah dilakukan secara digital melalui sistem yang terintegrasi sehingga memudahkan pelaku usaha dalam mengajukan permohonan tanpa harus datang langsung ke kantor terkait.

Meskipun sistem pengajuan sudah semakin modern, masih banyak pelaku usaha yang merasa bingung mengenai urutan proses sertifikasi halal. Tidak sedikit pemohon yang mengalami kendala karena dokumen belum lengkap, data bahan baku belum sesuai, atau belum memahami alur pemeriksaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Oleh karena itu, memahami tahapan pengajuan sertifikat halal terbaru 2026 sangat penting agar proses berjalan lebih lancar. Dengan mengetahui setiap tahap sejak awal, pelaku usaha dapat mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dan menghindari keterlambatan selama proses sertifikasi.

Mengapa Sertifikat Halal Penting untuk Pelaku Usaha?

Sertifikat halal tidak hanya berfungsi sebagai bukti bahwa produk telah memenuhi standar kehalalan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi bisnis.

Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.
  • Memperluas peluang pemasaran produk.
  • Meningkatkan daya saing usaha.
  • Memberikan nilai tambah pada produk.

Karena itu, semakin banyak UMKM maupun perusahaan besar yang mulai mengurus sertifikasi halal untuk produknya.

|Baca juga: Cara Cek Sertifikat Halal Online Terbaru 2026

Tahap 1: Menyiapkan Dokumen dan Data Produk

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi halal.

Dokumen yang biasanya perlu dipersiapkan meliputi:

  • Data legalitas usaha.
  • Daftar produk yang akan disertifikasi.
  • Informasi bahan baku.
  • Dokumen pendukung bahan.
  • Data proses produksi.
  • Data Penyelia Halal.

Semakin lengkap dokumen yang disiapkan sejak awal, semakin mudah proses pengajuan dilakukan.

Tahap 2: Registrasi dan Pengajuan Melalui Sistem SIHALAL

Setelah dokumen siap, pelaku usaha dapat melakukan pengajuan melalui Sistem Informasi Halal (SIHALAL).

Pada tahap ini pemohon akan:

  1. Membuat akun apabila belum terdaftar.
  2. Melengkapi profil perusahaan.
  3. Mengisi data usaha.
  4. Memasukkan data Penyelia Halal.
  5. Menentukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang dipilih.

Seluruh proses dilakukan secara online melalui sistem yang telah disediakan.

Tahap 3: Pengisian Data Produk dan Bahan Baku

Setelah profil usaha selesai, pemohon perlu menginput informasi produk yang akan diajukan.

Data yang biasanya dimasukkan meliputi:

  • Nama produk.
  • Kategori produk.
  • Komposisi bahan baku.
  • Dokumen pendukung bahan.
  • Informasi proses produksi.

Pada tahap ini diperlukan ketelitian agar data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Tahap 4: Pemeriksaan Awal oleh BPJPH

Setelah pengajuan dikirim, BPJPH akan melakukan pemeriksaan administratif terhadap data dan dokumen yang telah diunggah.

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan:

  • Data usaha lengkap.
  • Dokumen sesuai ketentuan.
  • Informasi produk dapat diverifikasi.
  • Persyaratan administrasi telah terpenuhi.

Apabila ditemukan kekurangan, pemohon akan diminta melakukan perbaikan sebelum proses dapat dilanjutkan.

Tahap 5: Penetapan dan Proses Administrasi LPH

Setelah lolos verifikasi administrasi, pengajuan akan diteruskan kepada Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Pada tahap ini biasanya dilakukan:

  1. Penjadwalan pemeriksaan.
  2. Penerbitan dokumen administrasi.
  3. Penyelesaian kewajiban biaya sesuai kategori pengajuan.
  4. Persiapan audit halal.

Setelah seluruh administrasi selesai, proses pemeriksaan lapangan dapat dilaksanakan.

|Baca juga: Berapa Biaya Resmi Sertifikasi Halal Tahun 2026?

Tahapan Pengajuan Sertifikat Halal Terbaru 2026
Tahapan Pengajuan Sertifikat Halal Terbaru 2026

Tahap 6: Audit dan Pemeriksaan Halal

Audit halal merupakan salah satu tahapan terpenting dalam proses sertifikasi.

Auditor dari LPH akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa aspek utama, seperti:

Komitmen Manajemen

Menilai keseriusan perusahaan dalam menerapkan sistem jaminan produk halal.

Bahan Baku dan Bahan Pendukung

Memastikan seluruh bahan yang digunakan memenuhi ketentuan halal.

Proses Produksi

Memeriksa alur produksi mulai dari penerimaan bahan hingga produk selesai diproduksi.

Produk yang Diajukan

Memastikan kesesuaian antara data produk dengan kondisi aktual.

Fasilitas Produksi

Menilai kebersihan, pemisahan fasilitas, serta sistem pengendalian yang diterapkan perusahaan.

Tahap 7: Perbaikan Jika Ditemukan Ketidaksesuaian

Dalam beberapa kasus, auditor dapat menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.

Contohnya:

  • Dokumen bahan belum lengkap.
  • Data produk belum sesuai.
  • Prosedur produksi perlu diperjelas.
  • Bukti pendukung belum mencukupi.

Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk melengkapi atau memperbaiki kekurangan tersebut sebelum proses dilanjutkan.

|Baca juga: Persyaratan Sertifikasi Halal yang Perlu Dipersiapkan

Tahap 8: Penyusunan Laporan Hasil Audit

Setelah seluruh pemeriksaan selesai dan seluruh temuan telah ditindaklanjuti, auditor akan menyusun laporan resmi hasil audit.

Laporan ini berisi:

  • Hasil pemeriksaan lapangan.
  • Evaluasi dokumen.
  • Hasil verifikasi bahan baku.
  • Kesimpulan audit.

Dokumen tersebut kemudian disampaikan sebagai dasar untuk proses berikutnya.

Tahap 9: Penetapan Kehalalan Produk

Tahapan selanjutnya adalah proses penetapan status kehalalan produk.

Pada tahap ini dilakukan pembahasan terhadap hasil audit yang telah disampaikan oleh auditor.

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, produk dapat dinyatakan memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

Tahap 10: Penerbitan Sertifikat Halal

Tahap terakhir adalah penerbitan sertifikat halal.

Setelah seluruh proses selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan, sertifikat halal akan diterbitkan secara resmi.

Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa produk telah melalui proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengajukan Sertifikat Halal

Beberapa kendala yang sering dialami pelaku usaha antara lain:

  • Data bahan baku tidak lengkap.
  • Dokumen pendukung belum tersedia.
  • Kesalahan input pada sistem.
  • Tidak memahami proses audit.
  • Keterlambatan menindaklanjuti temuan auditor.

Karena itu, persiapan yang matang sangat membantu mempercepat proses sertifikasi.

Mengapa Banyak Pelaku Usaha Menggunakan Jasa Pendamping Sertifikasi Halal?

Banyak UMKM dan perusahaan memilih menggunakan jasa pendamping karena proses sertifikasi melibatkan berbagai tahapan administrasi dan teknis.

Manfaat menggunakan pendamping antara lain:

  • Membantu penyusunan dokumen.
  • Pendampingan pengumpulan data bahan baku.
  • Pengarahan saat pengajuan SIHALAL.
  • Pendampingan saat audit.
  • Monitoring hingga sertifikat halal terbit.

Dengan demikian pelaku usaha dapat lebih fokus menjalankan bisnisnya.

Jasa Sertifikasi Halal oleh PERMATAMAS

PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan sertifikasi halal mulai dari tahap awal hingga sertifikat diterbitkan.

Layanan yang tersedia meliputi:

  • Konsultasi sertifikasi halal.
  • Penyusunan dokumen.
  • Pengumpulan data bahan baku.
  • Pengajuan melalui SIHALAL.
  • Pendampingan audit halal.
  • Monitoring proses sertifikasi.
  • Pendampingan sampai sertifikat halal terbit.

Tim PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami setiap tahapan sehingga proses sertifikasi menjadi lebih mudah dan terarah.

Kesimpulan

Tahapan pengajuan sertifikat halal terbaru 2026 terdiri dari beberapa proses penting mulai dari persiapan dokumen, pengajuan melalui SIHALAL, verifikasi administrasi, audit halal, hingga penerbitan sertifikat halal. Setiap tahapan memiliki peran penting untuk memastikan bahwa produk yang diajukan telah memenuhi standar kehalalan yang berlaku di Indonesia.

Memahami alur sertifikasi sejak awal dapat membantu pelaku usaha menghindari kesalahan administrasi, mempercepat proses pengajuan, dan meningkatkan peluang keberhasilan sertifikasi. Oleh karena itu, persiapan dokumen dan data produk harus dilakukan secara teliti sebelum pengajuan dilakukan.

Jika Anda ingin mengurus sertifikat halal dengan lebih mudah, PERMATAMAS siap membantu mulai dari penyusunan dokumen, pengumpulan data bahan baku, pengajuan SIHALAL, pendampingan audit, hingga sertifikat halal resmi diterbitkan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Berapa lama proses pengajuan sertifikat halal?

Lama proses dapat berbeda tergantung kelengkapan dokumen, hasil audit, dan tahapan pemeriksaan yang dilakukan.

2. Apa itu SIHALAL?

SIHALAL adalah sistem elektronik yang digunakan untuk pengajuan dan pengelolaan proses sertifikasi halal secara online.

3. Siapa yang dapat mengajukan sertifikat halal?

UMKM, usaha menengah, perusahaan besar, dan pelaku usaha lainnya yang produknya memerlukan sertifikasi halal.

4. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?

Dokumen umumnya meliputi data usaha, daftar produk, data bahan baku, dokumen pendukung bahan, dan informasi proses produksi.

5. Apa fungsi Penyelia Halal dalam proses sertifikasi?

Penyelia Halal bertugas membantu memastikan proses dan produk yang diajukan sesuai dengan ketentuan halal.

6. Apa yang dilakukan auditor saat audit halal?

Auditor akan memeriksa bahan baku, proses produksi, produk, fasilitas produksi, dan sistem pengendalian halal yang diterapkan perusahaan.

7. Apakah audit halal wajib dilakukan?

Untuk jalur reguler, audit merupakan salah satu tahapan penting dalam proses sertifikasi halal.

8. Apa yang terjadi jika ditemukan kekurangan saat audit?

Pelaku usaha akan diminta melakukan perbaikan dan melengkapi persyaratan yang masih belum sesuai.

9. Kapan sertifikat halal diterbitkan?

Sertifikat halal diterbitkan setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan penetapan kehalalan produk selesai dilakukan.

10. Bagaimana cara mengurus sertifikat halal melalui PERMATAMAS?

PERMATAMAS menyediakan layanan konsultasi, penyusunan dokumen, pengajuan SIHALAL, pendampingan audit halal, hingga pendampingan lengkap sampai sertifikat halal resmi diterbitkan.

jasa urus izin edar pkrt

jasa urus izin edar pkrt

Sertifikasi halal bukan hanya kepatuhan, melainkan kunci akselerasi penetrasi pasar domestik & internasional. Kami siap mendampingi usaha Anda dengan integritas tanpa batas.

© 2011 Created with Dokter Website

Sertifikasi Halal

Sertifikasi Halal MUI

Cara Daftar Sertifikasi Halal

Biaya sertifikasi halal

Cara Membuat Sertifikat Halal

Auditor Halal

Alamat Kantor

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia

Permatamas Indonesia Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.

error: Content is protected !!